Komisioner
Video
No Video.

Baca Berita

Sosialisasi Pendidikan Pemilih hari ke 2

Oleh : kpujembrana | 25 Agustus 2017 | Dibaca : 161 Pengunjung

Jumat, 25 Agustus 2017 pelaksanaan sosialisasi pendidikan pemilih dihari kedua  yang dilaksanakan di Ruangan Puri Demokrasi  KPU Jembrana yang dihadiri oleh undangan dari tokoh agama dan partai politk. Made Widiastra selaku moderator acara membuka acara pukul 10.00 wita. Hadir sebagai narasumber Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Rakasandi, ST,SH,MH dan Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia, SE,MM. Bapak Dewa Rakasandi  memberikan materi  mencari pemimpin yang tepat untuk kesinambungan pembangunan Bali  dalam paparannya  bagaimana hasil dari proses pemilihan menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan bekerja untuk kemakmuran serata kesejahteraan rakyat  sehingga dari itu KPU dalam pelaksanaan pemilu harus melakukan kerjasama dengan instansi terkait dan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakan dengan memberikan pemahaman pentingnya menyalurkan hak pilih pada saat pemilihan berlangsung. Sangat diharapkanuntuk Pilgub tahun 2017 partisipasi masyarakat meningkat dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan.

Bapak Ketut Rudia sebagai narasumber ke dua membawakan materi tugas dan kewenangan Bawaslu dalam paparannya  menjelaskan tentang perubahan kelembagaan pengawas pemilu dalam UU No. 1 tentang Pemilihan Umum  dan tugas Bawaslu sesuai UU No. 7 tahun 2017. Dalam penjelasannnya Bawaslu dalam tugasnya bagaimana agar tidak terjadi money politik dalam proses pemilu karena berdampak pada calon yang akan didiskualifikasi dan bawaslu pun berhak menerima sengketa pemilu. Setelah pemaparan materi dari Bapak Ketut Rudia dilanjutkan dengan sesi diskusi dari tokoh agama islam MUI Bapak Rofik menanyakan bagaimana pelanggaran dalam pemilu seperti pemasanangan spanduk dan baliho padahal belum masa kampanye? Disini Bawaslu mengawasi dari proses pemilu dan tidak berwenang untuk melaksanakan eksekusi terhadap alat peraga karena merupakan tugas dari Pemerintah Daerah . Bu Ketut yang merupakan perwakilan dari PKK mempertanyakan bagaimanacara meningkatkan quota perempuan ? dan langsung dijawab oleh Bapak Dewa Rakasandi paling sedikit  Quota perempuan 30 % dalam partai politik  dan jika keterwakilan perempuan tidak ada maka akan di kenai sangsi tidak boleh ikut serta dalam pemilu dan merupakan pertanyaan pemungkas yang selanjutnya acara ditutup pukul 13.00 wita  oleh Bapak Widiastra dengan makan siang bersama.


Oleh : kpujembrana | 25 Agustus 2017 | Dibaca : 161 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Pejabat Sekretariat
Hubungi Kami



Skype Me�!
Skype Me�!
Jajak Pendapat
Secara keseluruhan, apakah anda puas dengan penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Jembrana ?
Twitter